GEGER tapi LUCU :D

Hal yang sangat mengegerkan kota cantik Palangka Raya. Siapa yang menduga kalau Bank KalTeng yang berada di RTA. Milono dirampok oleh pelaku yang diduga lebih dari dua orang ini berhasil membawa kabur uang sebesar 69 jete dari safety box. Pelaku yang bersenjatakan api dan ketapel pada saat itu merampok pada tanggal 23 Februari 2011 pada pukul 12.45 yang  tepat pada saat jam istirahat. Kejadian perampokan ini ada perampokan kedua yang sebelumnya telah merampok Bank Danamon di Sampit.

Pelaku diduga sudah mempelajari situasi, seluk beluk dan keadaan bank sebelumnya.Buktinya mereka melakukan aksi saat karyawan beristirahat. Mungkin saja pelaku perampokan ini adalah pelaku yang sama seperti kejadian di Sampit. Selain itu juga kemungkinan besar kejadian tersebut diduga ada kaitan dengan orang dalam, entah itu security atau cleaning service.

Saat pelaku kabur, salah seorang di antaranya sempat meninggalkan celana panjang berwarna biru. Dugaan sementara tindakan ini dilakukan hanya untuk mengelabui petugas. Dari beberapa sumber di TKP bahwa para pelaku melarikan diri dengan menggunakan mobil Toyota seperti Xenia atau Avanza berwarna Gold.

Selidik punya selidik, ada beberapa cara yang dapat mengungkap kasus ini menurut saya: selain dengan sidik jari, kamera CCTV juga dapat digunakan sebagai alat pelacak.

dengan mengintrogasi saksi mata yang berada pada saat kejadian, juga dapat menjadi bahan untuk penanganan kasus ini.

Meminta keterangan tentang ciri-ciri seperti betuk tubuh dan pakaian yang dikenakan kepada teller yang saat itu menjada teller.

Karena kedua pelaku yang tertangkap kamera CCTV ini meggunakan helm tertutup dan wajah ditutupi cadar juga mepersulit polisi dalam mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Keterangan tentang plat motor atau mobil yang digunakan mungkin saja sangat sukar diungkapkan, Karena seentara kamera CCTV berada didalm ruangan, security juga mengetahui kejadian tersebut ketika para perampok berhasil kabur.

Namun dilain sisi, ada juga hal yang mampu manangkap pelaku dengan mencegah pelaku pergi keluar kota, seperti razia kendaraan yang melintas secara besar-besaran di perbatasan antar kabupaten/kota.

Yang sedikit konyol, mengapa pelaku harus membawa ketapel? padahal untuk melumpuhkan orang yang melakukan perlawanan cukup dengan senjata api, apa mungkin senjata api yang dibawa hanya mainan? 😀  jadi pelaku membawa ketapel sebagai senjata cadangan untuk perlawanan.haahaaa (pelakunya lucu juga ya. :D)

 

SEKIAN DAN TERIMAKASIH  🙂