Alkisah tentang eksperimen pegas.

Yuhuuu…hari ini adalah hari yang sudah aku nanti-nantikan setelah melihat isi blog pamela dan postingan di blog Pak Rudy yang sepertinya seru. Namun yang membuat aku dan teman-teman harap-harap cemas adalah cuaca yang kurang mendukung tadi pagi. Hmm…menurut Pak Rudy karena lebih dari sepuluh orang dikelas IX IA 4 ini mendoakan agar tidak hujan, tapi alhasil malah kebalikannya.hihi iya kali 😀

Dan Tiba saatnya untuk timbang-menimbang.

Setelah cata-mencatat, ini saatnya untuk berbaris rapi dua-dua tanpa terputus. Hmm saat aku toleh kebarisan belakang terpikir dalam benak kalau barisan ini jadi sepertianak-anak bebek. 😀

Nah, kami pun dikomandokan oleh barisan depan menuju sanggar, dan disana Pak Rudy sudah menanti untuk mempersiapkan timbangan berdiri dan timbangan pegas.

Namun sebelumnya Pak Rudy sudah mencanangkan pada setiap kelompong harus ada dokumentasinya, entah foto maupun video. Dalam kelompok, saya dapat tugas untuk memoto.huhu lucu, bisa ketawa-ketawa sendiri. 😀

Dimulai dengan menimbang bobot badan dengan menggunakan timbangan yang semestinya kita haru berdiri (hehe gak tau namanya). Dimulai dari Ahmad Reza, wah wah wah… tidak disangka ternyata bobot reza berat juga, 70 kg. kemudian Ayu dan dilanjutkan dengan saya sendiri, hmmm 48 kg, berat sih tapi teman-teman pada heran, badan ku yang kecil ini kok berat.hihi Nita bilang aku keberatan tulang.

Ada sih tulang seberat itu ~ . Dan, hahahaha, timbangan yang kami gunakan kemarin ternyata rusak. Bobot yang 48 kg menjadi 46 kg saat menggunakan timbangan yang tampaknya sangat elite ini (seperti lantai DDR, :D). Alhasil, ternyata kelas yang diketuai oleh Ahmad Reza ini adalah penghuninya sebagian kelas berat. :D. Dilihat, putra terberat adalah Syaldie yaitu 88 kg dan putra teringan adalah Eko (baca:Eco) dengan berat 41 kg. nah nah nah, sementara putri rata-rata beratnya di atas 50. Untuk putri terberat adalah Ni Ketut denagn berat 74 kg dan putri teringan adalah Vinka yaitu 38 kg.

Setelah menimbang bobot badan, Raynadi dan teman-teman yang pria lainnya mempersiapkan pegas untuk digantungkan dibagian atas atap sanggar.

Untuk bagian ini, bobot yang ringan didahulukan, mungkin takut melas duluan, ntar kan kasian teman yang lain.haha

Dimulai dari Vinka yang bobotnya 38 kg dengan panjang awal 30 cm dan setelah dibebani oleh Vinka panjangnya menjadi 78 cm. Pada kelas ringan ini ditutup oleh Mariala Aridyna dengan bobot 44 kg. dan ternyata setelah diperhatikan hanya Eko satu-satunya wanita dalam geng ini.uupsss.. pria maksudnya 😀

Kemudian, untuk kelas berat digunakan pegas yang disusun paralel. Untuk itu kami harus berjalan sambil berbaris kesamping lab multimedia.Disana sudah menanti tiang-tiang penyangga yang dijamin aman. 🙂

Setelah menyiapkan bahan-bahannya, tibalah saatnya untuk menimbang bobot 45 kg keatas. Dibuka oleh Immaria dengan bobot 45 kg, kemudian disusul oleh saya sendiri dengan bobot 46 kg, yang panjang mula-mula K1 sepanjang 29 cm dan K2 30 cm. Sampai bobot kira-kira 72 kg yaitu Christian pegas yang panjang K1 ­= 30 cm dan K2 =31 cm ini bertahan. Wah wah wah…tiba saatnya bobot terberat dikelas, hihi, di mulai dengan Ni Ketut dengan bobot 74 kg dan Syaldie yang berbobot 88 kg, yang berhasil membuat pegas ini melas dan benar-benar melar.

Diperkirakan sudah selesai semua, kami pun bersiap-siap untuk kembali kekelas dan, Sania pun berkata ” Raynaldi udah belum? ”. OMG ternyata Raynaldi belum, dengan tampang lugu Ray turun dan bersiap untuk menggantungkan dirinya pada pegas yang sudah lumayan melar tadi. Hmm..beranggapan seperti terlupakan. 😀

Nah, ini yang benar.

Kami dengan gagah menggunakan baju olahraga ini kembali berbaris dan kembali kekelas tercinta. Dikelas kami kembali mendata, mencatat, dan menghitung data-data yang sebelumnya sudah kami catat diluar kelas tadi secara berkelompok.

Dan, ternyata perjuangan belum selesai, minggu depan kami kembali melakukan hal serupa, namun bedanya adalah kami yang menggunakan pegas paralel ini mencoba pegas yang disusun tunggal (seri), dan yang menggunakan pegas tunggal mencoba pada pegas yang disusun paralel. Dan kemudian, ada juga saatnya ketiga pegas ini disusun bersamaan, dan mau tahu bagaimana ceritanya, nah tunggu minggu depan yaa.. 🙂

Cheers… 😀

Iklan

Rekaman Suara Idaman :)

Berhubung hari ini hari pertama masuk sekolah dan kerinduan akan hal-hal unik membuat saya bersemangat, berminat, dan berlomba untuk mengerjakan tugas ini.

Salah satu tempat yang strategis dan menjadi dambaan anak pelajar yang kere seperti saya untuk menngerjakan tugas adalah PALMA. Free wifi. hehe 😀

Tempat utama para kaum pelajar, sekaligus menjadi tempat mejeng dan bermain DDR.;D . Hal yang membuat ketagihan dan sedikit mengurangi kalori (gepeng).

nah, berhubung dengan tugas ini, mengapa tidak besok? Karena hari esok belum tentu ada.

Pada pelajaran Fisika kali ini, tugas yang unik kembali diberikan kepada kami, tugas-tugas yang mengajarkan tentang kehidupan, yang dari tidak tahu menjadi tahu. Nahh… tugas rekaman suara yang saat ini sedang gemparlah yang sedang kami kerjakan.

yuhuuu,,tugas yang satu ini hampir terabaikan 😦

melihat postingan tentang “Tugas yang terabaikan” pada blog Pak Rudy ini membuat saya bergegas untuk mengerjakannya secepat kilat.syuuuuuuhhh..~

Dan….ternyata banyak sekali rintangannya dalam membuat rekaman suara ini, terselip suara adik ku yang sedang nyanyi lah, suara paman ice cream “tenot-tenot” lah, suara si gembel menggonggong lah..fiuuuhhh..

siaatttttttt~~

dan akhirnya setelah berulang-ulang ngerekam suara yang kaya kodok ini selesai juga, walau rada berantakan. maaf ya pak 😦

Huhu membuat geli sendiri ketika mendengar rekaman suara yang aneh itu. Fiuhhh, seperti suara hidung mampet (dayak : patep :D). Disana-sini coba untuk mendengarkan rekaman suara yang lain, ternyata nasib teman-teman tidak jauh berbeda dengan ku.hihi

Hasil rekamannya antara lain: Rekaman tentang doa dan Rekaman tentang sugesti untuk ibu.

fiuhhhh..dan akhirnya.

walau banyak kendala –” (baterai habis) hihi