HELLOWWWWWW

I’m backkkkkkk

*fuuuhhhh*

wahhhh blog ini ternyata sudah sangat berdebu, tpi untung yah masih belum dipenuhi lumut dan sarang laba-laba. *jungkir balik*
Setelah cukup lama menghilang dari dunia per-blogging-an, dan sekarang akhirnya
AKU BALIK LAGI lohhhhhhhhhhhh *teriak-teriak didalam air kobokan*

betewe,

Gak tau nih, setahunan lebih gak ngisi ini blog, maklum saat itu lagi jadi pengacara hehe (pengangguran banyak acara) :p

Baca lebih lanjut

7 Sifat Positif Setan yang Patut Ditiru :D

Setan dan manusia memang pada dasarnya 2 makhluk yang berbeda dan saling bermusuhan. Manusia pada umumnya pasti benci kepada setan karena sifat jahatnya. Namun, di sifat-sifat jahat ini ternyata ada beberapa sifat setan yang patut di tiru.
Mari kita intip beberapa sifat setan yang bisa kita tiru.

1. Pantang menyerah

Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh dalam menggapai sesuatu ataupun dalam menghadapi ujian dari ALLAH.

Baca lebih lanjut

Dua Dunia Berbeda

Biasa lah gak ada kerjaan, jadi otak-atik google, browse sana-sini, dan aku nemuin gambar-gambar ini. Karena aku rasa kalian perlu melihatnya juga, maka dari itu aku sengaja ngeposting ini supaya kita sama-sama mengerti dan satu hal yang paling penting yang diceritakan dari gambar ini adalah mengajarkan kita untuk BERSYUKUR. Ternyata hidup bersyukur itu bukan hanya mensyukuri apa yang kita miliki, namun juga mensyukuri hal-hal yang tidak kita miliki.

Kepada Tuhan Yesus Kristus, kepada mama papa, adik kakak, teman-teman, dan semua yang sudah ikut campur dalam hidupku, aku berterimakasih sebesar-besarnya. Terlebih kepada Tuhan Yesus.🙂

Kita memang harus sering-sering dicubit agar terus ingat. Padahal di negeri kita pemandangan seperti ini masih banyak terjadi. Mata kita seperti tertutup tabir yang baru bisa terbuka setelah hati kita terbuka.

Tuhan, buka hati kami.

Baca lebih lanjut

Luapan Euforia Kelulusan

Beberapa waktu ini lagi heboh-hebohnya kabar tentang kelulusan pelajar SMA. kami pun ditugaskan oleh Pak rudy untuk meliput proses kelulusan ini. tepat pada hari senin kemaren tanggal 16 maret 2011, pengumuman kelulusan dilaksanakan diseluruh SMA.
Perasaan gugup dan keringat dingin pasti terlintas pada masing-masing murid, khususnya di SMADA, tidak terkecuali kami yang menyaksikannya secara langsung.hihi. nggak bisa dipungkiri, SMADA lulus dengan presentase 100%.
Dengan sigap kami memotret berbagai ekspresi yang ditampakka pada masing-masing orang, ternyata tidak hanya senang atau pun bahagia, tapi ada juga yang menangis.
dibawah ini foto-foto dimulai dari persiapan foto bersama, pengarahan, doa bersama, siswa berprestasi, pembagian amplop, sampai ekspresi-ekspresi kebahagiaan :

FOTO BERSAMA

PENGARAHAN

Baca lebih lanjut

KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju
restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang
telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda
tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?”
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”. Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa
dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda
itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: “Tidak Dik saya
sudah kenyang”.
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari
warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan
usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan
bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan
kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh
buat orang di rumah”. Ini adalah sebuah usaha yang gigih
membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba
pas-pasan ini.
Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak
kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak
mau beli kue saya?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang
Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap
saja ini sedekahan dari saya buat adik”.
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan
kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi
jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan
kepada orang lain. “Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa
tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu
menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah, ingin
menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan
bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu
terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha
kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan
anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran
seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu
adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja
menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya
mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke
rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan
senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik
dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan
lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi
karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah
sebuah kehormatan”, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah
bekerja dengan baik.
Makna yang bisa diambil:
Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam
mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita
menjadi “hijau” melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa
arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.
Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi,
namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti
penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun
yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam
diri, maka itu akan memberikan arti besar.

============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 304-306. ISBN 978-6028-686-938.